"Mensana in Corpore Sano", di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan/slogan yang biasa dipakai di dunia olehraga tersebut memang tepat jika ingin memfokuskan pada kondisi fisik badan. Akan tetapi jika kita melihat dengan jeli kondisi masyarakat baik langsung maupun dari berbagai media terlihat bahwa kerusakan, kekacauan justru disebabkan karena faktor internal dalam diri manusia yang disebut jiwa. Broken home, kasus narkoba, korupsi, sampai bunuh diri, dll lebih banyak dilakukan oleh orang-orang yang secara materi berkecukupan serta berbadan sehat.
Dari paparan tersebut maka rasanya akan lebih tepat jika kita mengatakan didalam jiwa yang sehat terdapat berbagai keinginan yang akan kita dapat.
Bagaimana membangun jiwa yang sehat ?
- Kunci sukses seperti yang dicontohkan oleh Rasululloh Saw adalah "Lebih mencintai Allah daripada Dunia". Kalaupun ada cinta pada dunia, hakikatnya itu adalah cinta karena Allah. Segala tindakan yang kita lakukan bersumber pada keikhlasan untuk mendapatkan ridlo Allah.
Firman Allah : "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu"(QS. AlHadid [57]:20)
Cinta dunia dapat mendatangkan berbagai penyakit hati. Diantaranya penyakit iri, dengki, sombong, serta serakah. Akan timbul perasaan lebih tinggi dari pada orang lain. Akan timbul perasaan takut kehilangan apa yang kita miliki. Tidak ada perasaan untuk berbagi. Penyakit-penyakit tersebut menyebabkan kita selalu tidak nyaman,sakit hati,selalu merasa menderita, dll yang tidak mengenakkan dalam perjalanan hidup.
- konsep kedua adalah miliki perasaan ikhlas dalam segala kegiatan. Kita wajib selalu berusaha akan tetapi semua hasil kita serahkan kepada Allah. Keinginan dari setiap usaha tercapai atau tidaknya kewajiban kita hanya berdoa dan meyakini bahwa doa kita pasti akan terkabul. Ini akan membebaskan diri dari target atau nafsu yang menyesakkan dada.
- konsep yang ketiga adalah selalu berfikiran positif. Jangan biarkan pikiran gagal, pesimis mengelilingi otak kita. Apa yang kita kerjakan pasti akan kita dapat kalau pikiran terfokus pada keberhasilan. Sebagai contoh : pada saat musim hujan, perhatikan anak-anak jalanan yang menjajakan payung di Mall, mereka berfikiran datangnya hujan merupakan datangnya rejeki bagi mereka. Perasaan mereka senang dengan adanya hujan. Mereka tidak berfikir bahwa jika mereka kehujanan menjadi sakit. Mereka berfikir ada hujan ada uang. Pada kenyataan mereka tidak sakit. Bandingkan dengan kita yang berfikir kena hujan bisa sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar